blogtimmy.com – Puasa adalah sebuah kegiatan menahan keinginan makan dan minum serta kegiatan lain yang dapat membatalkannya. Puasa dikerjakan sejak matahari terbit sampai terbenam matahari. 

Dalam ajaran Islam, terdapat empat jenis puasa yaitu puasa wajib, puasa sunah, puasa makruh, dan puasa haram. Puasa sunah adalah jenis puasa yang tidak wajib dilakukan, namun jika mengerjakannya akan mendapat ganjaran pahala. 

Berikut akan diperkenalkan 7 jenis puasa sunnah yang dianjurkan dan bacaan niatnya :

  1. Puasa Syawal

Puasa Syawal dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, tepatnya setelah perayaan hari Raya Idul Fitri. Puasa sunnah ini bisa dikerjakan secara urut maupun acak, asalkan masih dalam hitungan bulan Syawal. 

Untuk mengerjakannya, kamu bisa ucapkan niat puasa Syawal didalam hati. Bacaan niat puasa Syawal berbunyi seperti ini : 

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

  1. Puasa Awal Zulhijah 

Puasa sunnah ini dikerjakan pada bulan Zulhijah tepatnya tanggal 1 hingga 7. Puasa awal Zulhijah juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. 

Adapun bacaan niat puasa awal Zulhijah berbunyi seperti ini :

“Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lilllahi ta’ala.”

Artinya, “Aku niat puasa sunnah di bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”

  1. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum perayaan hari Raya Idul Adha. 

Untuk mengerjakan puasa sunnah Arafah, kamu bisa membaca niat seperti ini :

“Nawaitu shauma arofata sunnatan lillaahi ta’ala.”

Artinya, “Aku niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.”

  1. Puasa Muharam Atau Puasa Asyura

Puasa Muharam adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharam atau bulan pertama dalam kalender Hijriah. Puasa sunnah ini dikerjakan pada tanggal 10. 

Bacaan niat puasa Asyura bunyinya seperti ini :

“Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya, “Aku niat puasa Asyura, sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Puasa Syakban

Puasa Syakban sesuai dengan namanya adalah puasa sunnah di bulan Syakban yang mendatangkan banyak berkah. 

Bacaan niat puasa Syakban yang bisa kamu lafalkan bunyinya seperti ini :

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syakban esok hari karena Allah ta’ala.”

  1. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan selama tiga hari pada setiap pertengahan bulan kalender Hijriah. Tepatnya pada tanggal 13,14, dan 15 Hijriah, kecuali di hari Tasyrik. 

Adapun bacaan niat puasa sunnah ini bunyinya seperti ini :

“Nawaitu shauma ayyamil biidhi sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunah karena Allah Ta’ala.”

  1. Puasa Daud

Puasa Daud adalah puasa sunah yang dikerjakan secara selang-seling, yaitu dengan aturan sehari berpuasa, sehari berikutnya tidak dan berlanjut begitu seterusnya. 

Untuk mengerjakan puasa sunnah ini, kamu bisa lafalkan bacaan niatnya yang berbunyi seperti ini :

‘’Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Jenis dan Waktu Terbaik Mengamalkan Kalimat Thayyibah, Sumur Pahala!

Itulah 7 jenis puasa sunnah yang dianjurkan dan bacaan niatnya. Semoga dapat menambah wawasan dan memperkuat motivasi kamu untuk terus beribadah.